Kamis, 17 Maret 2022

Dampak Ekonomi dari Pengaruh Web

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, gimana kabar kalian pembaca-pembaca blog setiaku? Semoga kita selalu diberikan kesehatan, kekuatan darinya ya, Amin. Pada blog kali ini saya kana mengutarakan opini saya tentang “dampak ekonomi dari pengaruh web”.

Kita tahu bahwa zaman sekarang sangat bergantung pada teknologi, misalkan dengan teknologi yang memudahkan kita terhubung dengan dunia luar, “Web”. Web atau lebih dikenal dengan Website adalah kumpulan halaman dalam suatu domain yang memuat tentang berbagai informasi agar dapat dibaca dan dilihat oleh pengguna internet melalui sebuah mesin pencari. Informasi yang dapat dimuat dalam sebuah website umumnya berisi mengenai konten gambar, ilustrasi, video, dan teks untuk berbagai macam kepentingan. Biasanya untuk tampilan awal sebuah website dapat diakses melalui halaman utama (homepage) menggunakan browser dengan menuliskan URL yang tepat. Di dalam sebuah homepage, juga memuat beberapa halaman web turunan yang saling terhubung satu dengan yang lain.

Hari makin hari, teknologi web sangat berkembang sehingga pada puncaknya, web juga bisa dijadikan sebagai ladang-ladang bisnis yang menjanjikan bahkan bisa membuat seseorang menjadi pengusaha bermodalkan dari website, atau mungkin punya penghasilan yang sangat menggiurkan bagi seseorang. Bahkan, hanya bermodalkan web akhirnya bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang-orang yang ingin terjun ke dalam industri web.

Banyak sekali industri-industri baru dengan hadirnya web, misalkan bagi kita mahasiswa teknik informatika, kita bisa menjadi sebuah developer atau software engineer yang biasanya bertugas untuk menjaga jalannya web atau web application agar tetap jalan sempurna untuk pengguna. Banyak “banget” jika industri web digunakan untuk kami mahasiswa/I teknik informatika, ilmu komputer, teknologi informasi, dan sistem informasi dalam pengembangan-pengembangan web baru yang akan bisa diakses bagi pengguna.

Bukan hanya menguntungkan bagi kami, web juga bisa menguntungkan bagi pengusaha yang ingin membuka usahanya. Kini, pengusaha tersebut tidak perlu menyewa tempat untuk buka usaha, dengan bermodalkan web, seorang pengusaha bisa membuka usahnya dari rumah atau bahkan tempat lain tanpa harus membuka usahanya. Hal ini lah yang menyebabkan banyak sekali usaha-usaha yang tersedia di berbagai internet. Kini kita melihat juga startup-startup yang sangat berkembang sekali di Indonesias, bahkan ada juga beberapa startup unicorn yang berarti startup tersebut memiliki impact yang sangat besar bagi beberapa pengusaha yang membuka usahanya melalui startup bahkan media sosial. Kita tahu bahwa media sosial sangat “banyak-amat” penggunanya, dan ga heran pasti ada seseorang membuka usahanya melalui social media.

Pengaruh social media  bisa dibilang sangat besar dalam masyarakat sosial saat ini. Sehingga adanya peluang bagi seseorang untuk membuka pekerjaannya, mungkin sebagai pengusaha atau lainnya. Salah satu social media yang membuka laba bagi perusahaan maupun dirinya yakni Youtube yang selalu menjadi usaha bagi orang-orang mandiri, grup, atau bahkan usaha-usahanya yang ada. Dengan ada Youtube tersebut membuat berbagai pekerjaan-pekerjaan, siapa lagi yang dikenal dengan “Youtuber”. Selain itu, media sosial bernama Instagram juga tak luput dari publik. Media Sosial ini dimiliki oleh hampir seluruh penjuru dunia, sehingga ada berbagai pekerjaan baru, yakni “Selebgram”. Baru-baru ini di masa pandemi muncul sosial media terbaru keluaran 2018, berupa Tik Tok. Sosial media ini dapat merubah keadaan secara drastis, dikala setiap orang-orang merasa “bosan” dengan keadaan lockdown ingin merasakan sensasi sosial media terbaru, dari sini lah oada banyak orang-orang mendapatkan exposure yang sangat luas, mulai dari orang-orang tersebut, atau bahkan perusahaan-perusahaan yang ingin mempromosikan di media sosial tersebut untuk mendapatkan exposure lebih. Yang menjadi pernyataan? Bagaimanakah “Youtube” atau “Selebgram” atau “TikTok seleb” mendapatkan pundi-pundi penghasilan yang banyak? Jawabannya adalah endorse. Kita tahu bahwa hype dari sosial media sangatlah luas, saking luas nya membuka peluang untuk “mempromosikan” produk usahanya ke beberapa youtuber/selebgram/tiktok seleb sebagai “memberikan iklan” ke sosial media mereka. Akan tetapi untuk “Youtuber” berupa adsense dan view dari youtube nya sendiri. Jadi jika dimisalkan memiliki viewers yang banyak, dan maraknya adsense (apalagi penonton youtuber tersebut tidak “melompati/skip” adsense) berapa penghasilan yang dimiliki oleh satu “Youtuber”? banyak bukan?

Sisi lainnya yang juga mendapatkan exposure lebih adalah usaha-usaha yang bebas mempromosikan usahanya melalui media sosial, salah satu teknik yang dilakukan adalah “endorse”. Endorse sendiri bisa diartikan sebagai “iklan” dalam sosial media. Endorse sendiri biasa terjadi oleh youtuber dalam videonya, selebgram dan tiktok seleb di postingan sosial medianya. Dengan endorse produk mereka, terutama mengendorse di sosialita dan youtuber terkenal membuat orang tersebut dapat exposure lebih dalam hal mempromosikan produk tersebut. Selain itu juga ada adsense di dalam sosial media Youtube. Adsense sendiri adalah program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Dalam hal ini Youtube adalah sosial media dari Google tersebut yang tetap bertahan sampai skearang. Banyak sekali perusahaan-perusaahan mempromosikan usahanya melalui Google AdSense ke bebrapa Youtuber yang sedang naik-naiknya angka penonton video tersebut dengan harap mendapat exposure dalam promosi usahanya.

Beigtulah blog dari saya sendiri, jika ada kendalanya nya, ya kasih tahu lah di kolom komentar :v, terima kasih wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

 


 

Muhammad Dean Fahreza

50420812

2IA09

No. Absen : 26

Peran dan Dampak Web Science dalam Perilaku Sosial serta Pengaruhnya

  Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, halo pembaca setia yang selalu melihat artikel-artikel buatan saya sendiri, gimana kabar kali...