Senin, 30 November 2020

Agama di dalam masyarakat dan implementasinya ke dalam masyarakat

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh jumpa lagi di blog ku wqwqwq gimana kabar klean pada, sehat kan? Semoga ni ye sehat selalu ya amin ya rabbal alamin. Gunakan masker medis, jaga jarak agar terhindar dari virus corona ya, amin. Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan tentang “Agama di dalam masyarakat dan implementasinya ke dalam masyarakat”.

Sejatinya bahwa agama adalah kewajiban bagi setiap manusia, pada pasalnya agama adalh pedoman hidup bagi setiap manusa-manusia pada umumnya. Termasuk juga masyarakat Indonesia pada umumnya. Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam agama. Dalam Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945 berbunyi “Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, berarti bahwa setiap Warga Negara harus memeluk agama sesuai keyakinan-Nya.

Secara garis besar, banyak sekali Warga Negara mengimplementasikannya, misalkan pada tiap shubuh, umat islam menjalankan shalat shubuh berjamaah, umat kristiani maupun katolik menjalankan ibadah minggu, umat hindu menjalankan ibadah ke pura, dan umat buddha menjalankan ibadah ke vihara. Tak luput dalam hari-hari besar keagamaan masing-masing yang di implementasikan, misalkan kita umat islam merayakan Shalat Ied dan tradisi ‘mudik’ ke kampung, umat kristiani dan katolik merayakan Natal, Umat Hindu merayakan nyepi dengan tidak beraktivitas dan menjalankan puasa, Umat Buddha merayakan hari raya Trisuci Waisak untuk mengenang hari kelahiran dan kematian sang Buddha. Itulah beberapa pengimplementasian masyararakat Indonesia mengenai agama, tidak heran beragam hari keagamaan sangat beragam, kan masyarakat Indonesia beragam wqwqwq.

Jadi itulah blog saya tentang “Agama di dalam masyarakat dan implementasinya ke dalam masyarakat”, sekian dulu dari saya jika ada kesalahan dalam penggunaan kata, sehingga membuat tersinggung mohon dimaafkan. Wabillahi Taufiq wal Hidayah Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.




Muhammad Dean Fahreza

NPM: 50420812

1IA04

Minggu, 29 November 2020

Pentingnya Integrasi Masyarakat di Indonesia

Halo semua Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Gimana kabar kalian semua, sehat kan?. Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan lagi nih di blog pada kesempatan ini, yaitu tentang “Integrasi Masyarakat (sosial) dan Pentingnya Integrasi Sosial bagi Masyarakat Majemuk”.

Apa itu integrasi sosial gan/sist? Integrasi sosial  adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Integrasi diartikan sebagai proses pengembangan masyarakat dimana segenap kelompok ras, agama, dan etnik yang dapat berperan secara bersama-sama dalam kehidupan sosial, berbudaya, bernegara, dan ekonomi pembangunan. Integrasi sosial juga dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Oleh karena itu, integrasi sosial dinilai karena dapat menjadikan masyarakat lebih tenteram, menghadirkan rasa nyaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menumbuhkan sikap kepedulian antar sesama sehingga menghasilkan hubungan yang harmonis dan damai tentunya. Jika semua bersatu negara akan kuat pastinya.

Masyarakat Indonesia sendiri sangat beragam, dari Sabang-Merauke banyak sekali Suku, Agama dan Ras. Masyarakat Indonesia sangat majemuk, terdiri dari 1.340 Suku, 6 Agama, dan 4 Ras (BPS 2010). Oleh karena itulah pentingnya integrasi sosial agar tidak terjadi perpecahan, terlebih lagi jika ada konflik sensitif yang berkaitan dengan Suku, Agama dan Ras bisa berbuntut panjang. Oleh karena itu kita harus menghindari sikap-sikap seperti Tidak mendiskriminasikan karena memiliki Suku, Agama dan Ras yang berbeda, menghargai dan menghormati sesama, menumbuhkan sikap tenggang rasa, tidak bertindak semena-mena atas kuasa sendiri, dan tidak memprovokasi dengan berdasarkan ‘yang ini bener yang itu salah’ semacamnya. Yang namanya PROVOKASI itu salah.

Demikian blog yang saya sampaikan jika ada kesalahan dalam penggunaan kata mohon dimaafkan. Wabillahi Taufiq wal Hidayah Wssalamu,alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

Muhammad Dean Fahreza

NPM: 50420812

1IA04

Teknologi Mengubah Kebudayaan

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Apa kabar semua, gimana? Sehat selalu kan. Semoga kita selalu sehat wal’afiat dann dijauhkan dari segala macam penyakit termasuk Corona ya amin ya rabbal alamin.

Pada kesempatan ini, saya akan memberikan opini/pandangan pribadi terhadap “teknologi mengubah kebudayaan” terhadap masayarakat sekitar. Teknologi memang kebutuhan kita sehari-hari, apalagi bagi kita Mahasiswa yang bergelut di bidang IT. Teknologi dapat merubah suatu keadaan masyarakat jadi lebih mudah, akan tetapi meskipun memiliki kemudahan, yang namanya ‘hidup’ pasti ada pillihan. Di kehidupan kita selalu ada “Dua Sisi”, yang dimana pasti memiliki dampak positif dan negatif. Tinggal kita sebagai pengguna menentukan ke arah mana penggunaan teknologi tersebut.

“Teknologi mengubah kebudayaan”, memang benar. Sangat berdampak besar dalam kehidupan. Istilah ini tidak bisa diangggap salah, karena sudah terjadi saat ini. Contoh dampak tersebut yakni Westernisasi, karena kita sering menonton film, acara-acara luar negeri yang membuat beberapa masyarakat jadi kepingin seperti ‘mereka’. Selain itu membuat orang jadi menutup diri/individualistis, lenyapnya identitas kultural nasional, dan kehilangan arah jati diri sebagai bangsa Indonesia dan masyarakat cenderung pragmastis (Paham yang terkesan "baik" karena mengajarkan hal yang langsung pada manfaat yang dapat dirasakan, padahal belum tahu tujuan lebih atau tanpa melihat arti mendalam dalam melakukan sesuatu) dan pingin sesuatu dengan instant.

Yah memang dampak negatif nya sangat mengerikan, tetapi meskipun begitu ada juga loh dampak positif nya (sayangnya tidak sebanyak dampak negatif). Sebut saja “Batik yang menjadi warisan budaya yang diakui oleh UNESCO”, ya bisa membawa budaya Indonesia terkenal dan diakui di kancah internasional yang paling utama dikarenakan efek teknologi dalam kebudayaan. Mempelajari budaya negara lain? i don’t think so karena kebanyakan orang-orang mempelajari budaya negara lain tanpa memikirkan dampak positif-negatif (tapi tidak semua ya).

Baik sekian dulu dari blog saya tentang “teknologi dalam kebudayaan” jika ada kesalahan dalam penggunaan kata yang membuat tersinggung (baper) mohon maaf, dan saya akan langsung memperbaiki. Wabillah Taufiq wal Hidayah Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

Muhammad Dean Fahreza

NPM: 50420812

1IA04

 

 

Peran dan Dampak Web Science dalam Perilaku Sosial serta Pengaruhnya

  Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, halo pembaca setia yang selalu melihat artikel-artikel buatan saya sendiri, gimana kabar kali...