Konflik dari Pengalaman Pribadi
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, gimana kabar kalian semua, sehat-sehat selalu kan? Di blog kali ini, saya akan membahas tentang konflik yang pernah saya lalui, tapi bukan berarti saya pernah melakukan konflik ya 😁. Alhamdulillah saya belum pernah melakukan/mengalami konflik dalam jumlah gede maupun jumlah sedang. Tapi, saya akan membahas bagaimana konflik antarindividu, lebih tepatnya konflik pada temanku ketika masih SMP. Wajar aja ketika masa-masa SMP pasti diwarnai macam-macam, seperti konflik, kenakanalan, dan lain-lain yang sangat beragam.
Awal mula konflik (based from ingatan saya, dan cerita-cerita orang)
Konflik ini dumulai dari si BF dan CDF sedang berbelanja jajanan di pinggir jalan, dan pada saat itu hari itu benar-benar normal. Tidak ada keributan, hanya kehangatan dan benar-benar serpeti biasa. Namun pada saat itu tiba-tiba ada sekelompok genk dari SMP lain memalak kedua orang tersebut, dan dikroyok. Alhasil mereka berdua cabut dan melarikan diri. Akan tetapi kedua orang tersebut tidak terima, mereka melaporkan kejadian tersebut ke genk-nya. Mereka pun akan melakukan tindakan serupa pada esoknya. Hari esoknya, masih menjadi hari yang normal, anak-anak pulang sekolah dan seperti biasannya, tetapi sepulang sekolah (dulu pulang sekolah jam 12:30 ) genk-nya BF dan CDF menhampiri mereka yang memalak bersamaan dengan genk-nya. Alhasil chaos per chaos tidak bisa dihindar, jika lebih spesifik, ini mengarah ke tawuran antar sekolah. Pada saat itu juga, Alhamdulillah posisi saya aman karena sehabis sekolah langsung pulang. Pada esoknya lagi, bisa dibilang ini adalah puncak chaos tawuran tersebut. Dimana desas-desus dari pesan berantai/broadcast message berhembus dimaan sekolah kami akan dihampiri kali ini bukan genk tersebut, melainkan hampir 1/3 atau ¼ akan terjadi tawuran besar-besaran di sekitaran jalan sekolah. Karena takut, akhirnya saya pun memutuskan membawa baju ganti (baju rumahan) ketika selesai sekolah. Pada hari esok, benar-benar kejadian. Chaos dimana-dimana setelah sejam pulang sekolah, dan pada hari itu juga saya ada piket. Benar-benar nyata pertama kali dengan mata sendiri. Saya pun balik lagi ke sekolah dan mengganti ke baju rumah. Bahkan saya pun membawa sendal untuk mengelabui saya bukan anak sekolahan. Alhamdulillah, saya berhasill pulang ke rumah dengan selamat, polisi-polisi pun turun tangan dan menindak semua tawuran-tawuran tersebut.
Menghadapi konflik tersebut
Saya sendiri juga tidak peduli dengan tawuran tersebut, yang penting saya pulang dengan selamat saja. Beberapa teman gw pun harus tertahan hingga jam 12, baru mereka pulang. Hari itu bener-bener chaos parah dan saya masih bersyukur bisa menghindari konflik tersebut.
Cara menyelesaikan dan dampak setelah konflik tersebut
Tawuran ini berakhir dengan hadirnya kepolisian dan menindak semua pelajar-pelajar yang terlibat dalam tawuran. Dampak yang dirasakan berupa, jalanan menjadi kotor, beberapa siswa/i masih ketakutan (beberapa saat), semua pealku yang melakukan tawuran ditangkap dan ditahan untuk beberapa saat. Polisi memanggil kedua sekolah yang diwakili oleh kepala sekolah masing-masing. Alhasil, mereka semua yang terlibat tawuran diputuskan dari sekolah tersebut, namun tidak dicabut hak untuk sekolah/semacamnya sehingga mereka bisa tetap sekolah, kecuali masuk kembali ke sekolah tersebut.
Demikian blog dari saya tentang konflik antar individu yang saya alami, jika ada kesalahan penggunaan kata mohon dimaafkan, dan saya langsung koreksi. Wabillahi Taufiq wal Hidayah Wssalamu,alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Muhammad Dean Fahreza
1IA04
NPM: 50420812