Jumat, 23 Oktober 2020

 Konflik dari Pengalaman Pribadi


Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, gimana kabar kalian semua, sehat-sehat selalu kan? Di blog kali ini, saya akan membahas tentang konflik yang pernah saya lalui, tapi bukan berarti saya pernah melakukan konflik ya 😁. Alhamdulillah saya belum pernah melakukan/mengalami konflik dalam jumlah gede maupun jumlah sedang. Tapi, saya akan membahas bagaimana konflik antarindividu, lebih tepatnya konflik pada temanku ketika masih SMP. Wajar aja ketika masa-masa SMP pasti diwarnai macam-macam, seperti konflik, kenakanalan, dan lain-lain yang sangat beragam.

 
 

Awal mula konflik    (based from ingatan saya, dan cerita-cerita orang)

Konflik ini dumulai dari si BF dan CDF sedang berbelanja jajanan di pinggir jalan, dan pada saat itu hari itu benar-benar normal. Tidak ada keributan, hanya kehangatan dan benar-benar serpeti biasa. Namun pada saat itu tiba-tiba ada sekelompok genk dari SMP lain memalak kedua orang tersebut, dan dikroyok. Alhasil mereka berdua cabut dan melarikan diri. Akan tetapi kedua orang tersebut tidak terima, mereka melaporkan kejadian tersebut ke genk-nya. Mereka pun akan melakukan tindakan serupa pada esoknya. Hari esoknya, masih menjadi hari yang normal, anak-anak pulang sekolah dan seperti biasannya, tetapi sepulang sekolah (dulu pulang sekolah jam 12:30 ) genk-nya BF dan CDF menhampiri mereka yang memalak bersamaan dengan genk-nya. Alhasil chaos per chaos tidak bisa dihindar, jika lebih spesifik, ini mengarah ke tawuran antar sekolah. Pada saat itu juga, Alhamdulillah posisi saya aman karena sehabis sekolah langsung pulang. Pada esoknya lagi, bisa dibilang ini adalah puncak chaos tawuran tersebut. Dimana desas-desus dari pesan berantai/broadcast message berhembus dimaan sekolah kami akan dihampiri kali ini bukan genk tersebut, melainkan hampir 1/3 atau ¼ akan terjadi tawuran besar-besaran di sekitaran jalan sekolah. Karena takut, akhirnya saya pun memutuskan membawa baju ganti (baju rumahan) ketika selesai sekolah. Pada hari esok, benar-benar kejadian. Chaos dimana-dimana setelah sejam pulang sekolah, dan pada hari itu juga saya ada piket. Benar-benar nyata pertama kali dengan mata sendiri. Saya pun balik lagi ke sekolah dan mengganti ke baju rumah. Bahkan saya pun membawa sendal untuk mengelabui saya bukan anak sekolahan. Alhamdulillah, saya berhasill pulang ke rumah dengan selamat, polisi-polisi pun turun tangan dan menindak semua tawuran-tawuran tersebut.

 

Menghadapi konflik tersebut

Saya sendiri juga tidak peduli dengan tawuran tersebut, yang penting saya pulang dengan selamat saja. Beberapa teman gw pun harus tertahan hingga jam 12, baru mereka pulang. Hari itu bener-bener chaos parah dan saya masih bersyukur bisa menghindari konflik tersebut.

 

Cara menyelesaikan dan dampak setelah konflik tersebut

Tawuran ini berakhir dengan hadirnya kepolisian dan menindak semua pelajar-pelajar yang terlibat dalam tawuran. Dampak yang dirasakan berupa, jalanan menjadi kotor, beberapa siswa/i masih ketakutan (beberapa saat), semua pealku yang melakukan tawuran ditangkap dan ditahan untuk beberapa saat. Polisi memanggil kedua sekolah yang diwakili oleh kepala sekolah masing-masing. Alhasil, mereka semua yang terlibat tawuran diputuskan dari sekolah tersebut, namun tidak dicabut hak untuk sekolah/semacamnya sehingga mereka bisa tetap sekolah, kecuali masuk kembali ke sekolah tersebut.

 

Demikian blog dari saya tentang konflik antar individu yang saya alami, jika ada kesalahan penggunaan kata mohon dimaafkan, dan saya langsung koreksi. Wabillahi Taufiq wal Hidayah Wssalamu,alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

Muhammad Dean Fahreza

1IA04

NPM: 50420812

Kamis, 22 Oktober 2020

Karakteristik Masyarakat Perdesaan dan Masyarakat Perkotaan Menurut Pendapat Pribadi

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, gimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu ya 😊. Pada kesempatan ini, saya akan menguraikan pendapat pribadi tentang karakter masyarakat perdesaan dan perkotaan.

 

Karakteristik Masyarakat Perdesaan

Masyarakat perdesaan adalah penduduk-penduduk yang bermukim di daerah pegunungan (mayoritas). Banyak masyarakat perdesaan bermata pencaharian sebagai Petani. Banyaknya pertanian ini yang menjadi karakteristik perdesaan itu sendiri. Nah sekarang kita balik lagi ke inti blog ini, karakteristik masyarakat perdesaan (pandangan pribadi). Karakteristik masyarakat perdesaan bisa dibilang lumayan tertinggal dari masyarakat perkotaan, dari segi fasilitas, pekerjaan, pendidikan dan banyak faktor vital lainnya. Akan tetapi bukan berarti perdesaan itu jelek. Masyarakat perdesaan sangat ramah, sopan-santun,  dan lain-lain yang sangat baik. Masyrakat perdesaan sangat jauh berbeda dengan masyarakat perkotaan, antara lain kekeluargaan antar RT/RW sangat tinggi, jiwa bergotong-royong sangat solid, sistem kehidupannya berkelompok dengan dasar kekeluargaan, masyrakat perdesaan bersifat homogen, sangat sederhana dengan apapun, sangat religius, dan sangat demokratis. Bisa dilihat dengan selalu mengadakan pemilihan ketua RT dengan tertib, selalu mengadakan gotong royong jika terdapat masalah di desanya, melakukan kegiatan kebudayaan yang bernuansa agama seperti Tahilan, Rajaban, Jum’at Kliwonan, d.l.l .

 

Karakteristik Masyarakat Perkotaan

Masyarakat Perkotaan adalah penduduk-penduduk yang bermukim di daerah dataran rendah (Mayoritas). Banyak masyarakat perkotaan bermata pencaharian beragam, seperti PNS, Wiraswasta, sales, driver, d.l.l yang pastinya sangat beragam, berbeda dengan masyarakat perdesaan yang sangat homogen. Di perkotaan pun memiliki sisi-segi-segi yang lengkap berbanding terbalik dengan desa, dari segi fasilitas, pekerjaan, pendidikan, dan faktor vital lainnya. Akan tetapi dari segi karakteristik masyarakat perkotaan berbanding terbalik dengan masyarakat perdesaan, seperti terlalu individualistis, jiwa bergotong-royong sangat kecil (kecuali ada event-event besar),  sistem kehidupannya individu (kecuali anda tinggal di kompleks-kompleks rumah dan kos/asrama mahasiswa), masyarakat perkotaan sangat heterogen, ada yang sederhana dan ada yang hedon, serta belum semua bersifat demokratis. Sayang sekali, meskipun memiliki fasilitas, pendidika, sarana dan prasarana yang sangat memadai, tetapi (terkadang) sifat moral manusia sangat rendah, contohnya kasus bullying, kekerasan, pencurian, dan kejahatan tidak bermoral selalu dan sering terjadi di perkotaan. Inim erupakan tantangan bagi Pemerintahan dan Aparat penegak hukum untuk selalu menjaga KanTibMas di kota-kota manapun.

 

Lebih Pilih Tinggal di Mana?

Kallau saya dsendiri, entah mengapa 60% mau di desa dan 40% di perkotaan. MENGAPA?? Ya di kota hanya untuk menempuh pendidikan saja sih, tapi jika liburan, dan lain-lain bisa sih ya ke desa, selain itu juga saya ada desa sendiri lho, lebih tepatnya di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Jadi ya bisa dibilang saya lebih prefer ke desa sebagai tempat santai dan di kota sebagai tempat Adu Nasib. Oke sekain dulu ya blog dari saya jika ada salah penggunaan mohon dimaafkan dan saya langsung koreksi. Wabillah Taufiq wal Hidayah Wssalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

 

Muhammad Dean Fahreza

1IA04

50420812

 

Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Menurut Pandangan Pribadi

Halo semua Asslamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Apa akabar pembaca blog saya hari ini? Gimana sehat semua kan. Di hari ini saya akan menguraikan pendapat tentang salah satu hal dan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Apa itu hak? Apa itu kewajiban? Kita bahas satu-satu ya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hak adalah benar, kepunyaan, milik, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu yang telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb. atau kekuasaan yang benar atas sesuatu, sedangkan, kewajiban yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Menurut KBBI, kewajiban adalah sesuatu yang diwajibkan, yang harus dilaksanakan; pekerjaan, tugas menurut hukum; segala sesuatu yang menjadi tugas manusia. Jadi kesimpulannya hak adalah kewenangan milik kita sebagai WNI yang sudah ditentukan oleh undang-undang, sedangkan kewajiban adalah hal yang harus kita lakukan dan diawasi oleh undang-undang. Ada beberapa contoh hak dan kewajiban yang kita miliki dan untuk kewajiban, kita harus melaksanakannya, yakni:

Hak:  

 

Setiap warga negara berhak memperoleh perlindungan hukum yang sama  (Pasal 27 ayat 1), Setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak  (Pasal 27 ayat 2), Setiap warga negara berhak memperoleh kedudukan yang sama pada hukum dan pemerintahan  (Pasal 28 ayat 1), Setiap warga negara mempunyai hak yang sama dalam berserikat, berkumpul maupun mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan  (Pasal 28), Setiap warga negara berhak memilih, memeluk dan menjalankan agama yang dipercayai sesuai dengan agama yang sudah diresmikan  (Pasal 29 ayat 2), dan Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran yang layak.

Kewajiban:

 

Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,  Setiap warga negara wajib berperan atau ikut serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara Indonesia dari berbagai serangan yang tidak diinginkan  (Pasal 30 ayat 1), Setiap warga negara wajib menaati dan menjunjung tinggi dasar negara Indonesia. Selain itu, warga negara juga wajib menaati hukum dan pemerintah yang berlalu serta menjalankan sebaik-baiknya, Setiap warga negara wajib menghormati hak asasi manusia. Sehingga setiap warga negara tidak diizinkan tidak menghormati hak asasi orang lain atau warga negara yang lainnya  (pasal 28 ayat 1), Setiap warga negara wajib tunduk pada pembatasan yang telah ditetapkan oleh undang-undang dasar yang berlaku  (Pasal 28 ayat 2), Setiap warga negara wajib ikut serta dalam pembangunan negara yang bertujuan untuk memajukan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

 

Jadi, hak dan kewajiban kita sebagai warga negara sudah tercantum dalam undang-undang hinga dicantumkan ke Undang Undang Dasar (UUD). Oke sekian itu dulu blog dari saya jika ada kesalahan dalam penggunaan kata mohon dimaafkan, dan akan akan saya koreksi. Wabiilahi Taufiq wal Hidayah Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

 


 

Muhammad Dean Fahreza

1IA04

NPM: 50420812

Pemuda Indonesia dan Proses Sosialisasi Di Tengah Invidualistis Masyarakat

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, gimana keadaan pembaca-pembaca blog saya hari ini? Di blog ini saya akan menjelaskan peran pemuda Indonesia sebagai penerus bangsa, karakter yang harus dimiliki Pemuda Indonesia, upaya yang kita harus lakukan.

 

Peran Pemuda Indonesia Sebagai Penerus Bangsa

Pemuda/Pemudi Indonesia adalah kita sendiri (Mahasiswa), kita adalah the next generation bagi negeri ini. Kita harus siap menempuh dan membawa negeri ini baik kedepannya. Pemuda/Pemudi Indonesia mengutarakan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Di dewasa ini kita harus selalu berpatriotisme satu, selalu mengabdi kepada negara dalam seluruh hal. Jika  kalian bertanya peran apa yang saya lakukan, oke. Peran saya yaitu sebagai Agent of Change, Agent of Development, dan Agent of Modernizations. Agent of Change adalah kita sebagai sebagai Pemuda/Pemudi yakni mahasiswa/i menjadi peranan pusat dalam membawa bangsa ini kedepannya. Dalam hal ini dapat dilakukan melalui pengadaan perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat, baik secara nasional maupun daerah, menuju kepada arah yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa ada pernyataan seperti peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, karena yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia dimasa depan adalah para generasi mudanya melalui keberhasilan perubahan-perubahan positif yang dapat dilakukan. Selanjutnya Agent of Development yakni kita sebagai mahasiswa/i di negeri ini harus menjadi agen perubahan di bidang masing-masing. Agent of Change menuntut kita sebagai mahasiswa/i mempunyai peran dan tanggung jawab dalam upaya mengembangkan bangsa ini jauh lebih baik kedepannya. Agent of Modernizations adalah kita Pemuda/Pemudi sebagai pembawa Modernisasi. Lebih spesifiknya, kita sebagai Mahasiswa/i wajib memiliki kemampuan dalam menganalisa perubahan zaman yang pastinya memberi pengaruh besar pada bangsa Indonesia, sehingga mereka dapat memilih mana yang memang perlu untuk dirubah dan juga mana yang seharusnya dipertahankan. Bisa dibilang kita harus menjadi agen pembawa Modern, tetapi tetap berpendirian teguh terhadap budaya Indonesia dan tidak terbawa hal-hal negatif.

 

Karakter Yang Harus Dimiliki Pemuda Indonesia

Di bagian ini saya hanya menyimpulkan karakter-karakter apa saja yang harus dimiliki Pemuda/Pemudi yang harus kita amalkan kedepannya, terutama kita sebagai Mahasiswa dan Mahasiswi. yang kita perlu amalkan dari penjelasan pern-perannya berupa: Disiplin, Berani(Berpendapat, mengambil keputusan), Cerdik, Pintar(dalam mengambil keputusan, penelitian), dan semangat juang tinggi.

 

Upaya Yang Harus Kita Lakukan

Kesimpulan upaya-upaya dari peran-peran tersebut, yakni:

1.      Agent of Change: memberikan contoh-contoh baik bagi masyarakat dan bangsa ini, berani menyuarakan kebenaran dan membawa aspirasi masyarakat terutama membawa masyarakat golongan bawah, selalin di bidang akademis, kita juga harus bertanggung jawab bagi semua masyarakat-masyarakat.

2.      Agent of Development: membuat penemuan yang berguna bagi bangsa dan negara, mengembangkan kebudayaan di Indonesia hingga ke kancah Internasional, dan mencetak prestasi akademik/non akademik di tingkat internasional

3.      Agent of Modernization: mengembangkan teknologi bagi masyarakat dan bangsa, membawa maju dan dampak positif bagi bangsa dan negara.

 

Proses Sosialisasi di tengah di lingkungan sekitar ataupun global sangat diperlukan untuk mengenal satu sama lain. Menurut saya, cara saya berkenalan sangat lah biasa, Seperti:

1.      Berkenalan biasa

2.      Jika mereka ajak main, berdiskusi dan biasanya saya juga ikut

3.      Tidak membahas politik, SARA, dan isu-isu sensitif lainnya (kecuali kalau memang mereka membahasnya duluan, jika sepaham saya ikut, tapi jika tidak saya berusaha menghindar)

 

Baik itu saja blog tentang Pemuda Indonesia dan Proses Sosialisasi Di Tengah Masyarakat. Jika ada hal-hal yang tidak berkenan mohon dimaafkan dan saya akan langsung koreksi. Wabiilahi Taufiq wal Hidayah Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

Muhammad Dean Fahreza

1IA04

NPM: 50420812

 

Peran dan Dampak Web Science dalam Perilaku Sosial serta Pengaruhnya

  Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, halo pembaca setia yang selalu melihat artikel-artikel buatan saya sendiri, gimana kabar kali...