Muhammad Dean Fahreza
NPM: 50420812
Matkul: Ilmu Sosial Dasar
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, di kesempatan hari ini, izinkan saya menjelaskan tentang rumah adat yang satu ini sangat dikenal kalangan publik, apalagi saya yang kebetulan tinggal di daerah ini yaitu Honai, Rumah Adat Papua.
Source: https://berbol.co.id/rumah-adat-papua/
Honai adalah rumah adat Papua khususnya di daerah pegunugan. Honai sendiri masih berada di Bumi Cenderawasih hinnga kini, honai selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Honai terdiri dari dua lantai dan terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Lantai pertama biasanya terdiri dari kamar-kamar dan digunakan sebagai tempat tidur, dan lantai kedua digunakan sebagai tempat beraktifitas yang terdiri dari ruang santai, dan lain-lain. Honai sengaja dibangun sempit. Honai sering ditampilkan dalam festival budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua dengan festival bertajuk Festival Lembah Baliem yang langsung menampilkan rumah adat Papua, terutama honai.
Keunikan dan fakta unik Rumah Adat Honai.
1. Tipe-tipe Rumah Adat Honai
Tahukah kamu, Rumah Honai terdiri dari tiga tipe, yaitu Honai bagi kaum laki-laki, Ebeai bagi kaum perempuan dan Wamai untuk tempat beternak. Untuk kaum perempuan, Honai disebut Ebeai. Ebeai dikelompokkan dari dua kata, yaitu “Ebe” yang berarti kehadiran tubuh dan “Ai” yang berarti rumah. Wamai berisikan perternakan Babi.
2. Tidak boleh masuk sembarangan
Ternyata Rumah Adat Honai tidak boleh masuk sembarangan, berlaku juga bagi turis yang akan menginap. Honai diperuntukan oleh suami, pria dewasa, dan anak laki-laki. Sedangkan Ebeai diperuntukan oleh istri, wanita dewasa, dan anak perempuan. Honai dan Ebeai juga dijadikan sebagai tempat mendidik bagi anak-anak, Honai untuk anak laki-laki dan Ebeai untuk anak perempuan
3. Tak boleh membangun sembarangan
Rumah Adat Honai hanya boleh dibangun oleh laki-laki saja. Di sisi lain, waktu pembangunan pun ditentukan secara spesifik dan harus diikuti. Hal ini konon dilakukan agar pembangunan honai tak terhambat oleh cuaca ataupun ancaman bencana alam. Aturan lainnya yang harus dipatuhi ialah penempatan pintu rumah. Posisinya harus bertemu dengan arah matahari terbit atau tenggelam. Arah tersebut dinilai dapat membuat penghuni honai lebih siaga jika ada kebakaran atau serangan musuh datang.
4. Struktur Rumah Adat Honai yang unik
Kekayaan ilmu arsitektur Honai ini sangatlah unik. Material yang digunakan dalam membuat Honai 100% berasal dari bahan alami yang dapat diperbaharui. Lantai tanah, dinding anyaman dan atap jerami merupakan bahan yang sangat ramah lingkungan. Hal ini menjadi contoh bagi arsitektur generasi sekarang bahwa jauh sebelum dikenalnya ilmu arsitektur hijau, nenek moyang kita di Indonesia sudah menerapkannya. Bentuk rumah dengan atap menutup hingga ke bawah ini ternyata bertujuan untuk melindungi seluruh permukaan dinding agar tidak terkena air hujan. Sekaligus dapat meredam hawa dingin agar tidak masuk ke dalam rumah. Rumah ini juga tidak memerlukan jendela mengingat suhu di sana bisa mencapai 10-15 derajat celcius pada waktu malam. Hanya ada satu pintu untuk akses keluar-masuk dengan ventilasi kecil yang aman dari masuknya binatang liar. Menariknya, meskipun mungil di dalam rumah ada dua lantai dengan fungsi yang berbeda. Lantai pertama sebagai tempat tidur dan lantai kedua untuk tempat bersantai, makan, dan aktivitas keluarga lainnya. Bahkan pada malam hari tepat di bagian tengah pada lantai terdapat galian tanah yang berfungsi sebagai tungku selain sebagai penerangan, bara api juga bermanfaat untuk menghangatkan tubuh.
Baiklah sekian dulu blog dari saya. Kiranya kalian semua bisa langsung mengunjungi Honai yang indah di pegunungan. Meskipun sa bukan orang asli Papua, tetapi lahir dan besar di Papua, sa bangga disebut orang Papua, jadi ko jang malu-malu ok. Baik sekian dulu dari sa, jika ada salah penggunaan kata mohon maaf, sa akan langsung revisi kok :3 . terima kasih telah membaca Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar