Karakteristik Masyarakat Perdesaan dan Masyarakat Perkotaan Menurut Pendapat Pribadi
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, gimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu ya 😊. Pada kesempatan ini, saya akan menguraikan pendapat pribadi tentang karakter masyarakat perdesaan dan perkotaan.
Karakteristik Masyarakat Perdesaan
Masyarakat perdesaan adalah penduduk-penduduk yang bermukim di daerah pegunungan (mayoritas). Banyak masyarakat perdesaan bermata pencaharian sebagai Petani. Banyaknya pertanian ini yang menjadi karakteristik perdesaan itu sendiri. Nah sekarang kita balik lagi ke inti blog ini, karakteristik masyarakat perdesaan (pandangan pribadi). Karakteristik masyarakat perdesaan bisa dibilang lumayan tertinggal dari masyarakat perkotaan, dari segi fasilitas, pekerjaan, pendidikan dan banyak faktor vital lainnya. Akan tetapi bukan berarti perdesaan itu jelek. Masyarakat perdesaan sangat ramah, sopan-santun, dan lain-lain yang sangat baik. Masyrakat perdesaan sangat jauh berbeda dengan masyarakat perkotaan, antara lain kekeluargaan antar RT/RW sangat tinggi, jiwa bergotong-royong sangat solid, sistem kehidupannya berkelompok dengan dasar kekeluargaan, masyrakat perdesaan bersifat homogen, sangat sederhana dengan apapun, sangat religius, dan sangat demokratis. Bisa dilihat dengan selalu mengadakan pemilihan ketua RT dengan tertib, selalu mengadakan gotong royong jika terdapat masalah di desanya, melakukan kegiatan kebudayaan yang bernuansa agama seperti Tahilan, Rajaban, Jum’at Kliwonan, d.l.l .
Karakteristik Masyarakat Perkotaan
Masyarakat Perkotaan adalah penduduk-penduduk yang bermukim di daerah dataran rendah (Mayoritas). Banyak masyarakat perkotaan bermata pencaharian beragam, seperti PNS, Wiraswasta, sales, driver, d.l.l yang pastinya sangat beragam, berbeda dengan masyarakat perdesaan yang sangat homogen. Di perkotaan pun memiliki sisi-segi-segi yang lengkap berbanding terbalik dengan desa, dari segi fasilitas, pekerjaan, pendidikan, dan faktor vital lainnya. Akan tetapi dari segi karakteristik masyarakat perkotaan berbanding terbalik dengan masyarakat perdesaan, seperti terlalu individualistis, jiwa bergotong-royong sangat kecil (kecuali ada event-event besar), sistem kehidupannya individu (kecuali anda tinggal di kompleks-kompleks rumah dan kos/asrama mahasiswa), masyarakat perkotaan sangat heterogen, ada yang sederhana dan ada yang hedon, serta belum semua bersifat demokratis. Sayang sekali, meskipun memiliki fasilitas, pendidika, sarana dan prasarana yang sangat memadai, tetapi (terkadang) sifat moral manusia sangat rendah, contohnya kasus bullying, kekerasan, pencurian, dan kejahatan tidak bermoral selalu dan sering terjadi di perkotaan. Inim erupakan tantangan bagi Pemerintahan dan Aparat penegak hukum untuk selalu menjaga KanTibMas di kota-kota manapun.
Lebih Pilih Tinggal di Mana?
Kallau saya dsendiri, entah mengapa 60% mau di desa dan 40% di perkotaan. MENGAPA?? Ya di kota hanya untuk menempuh pendidikan saja sih, tapi jika liburan, dan lain-lain bisa sih ya ke desa, selain itu juga saya ada desa sendiri lho, lebih tepatnya di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Jadi ya bisa dibilang saya lebih prefer ke desa sebagai tempat santai dan di kota sebagai tempat Adu Nasib. Oke sekain dulu ya blog dari saya jika ada salah penggunaan mohon dimaafkan dan saya langsung koreksi. Wabillah Taufiq wal Hidayah Wssalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Muhammad Dean Fahreza
1IA04
50420812
Tidak ada komentar:
Posting Komentar